Masyarakat Jorong Bukit Malintang Keluhkan Lambannya Penanganan Abrasi Aliran Sungai Batang Tiku

BMC Newss, Agam-Abrasi di aliran sungai batang Tiku, tepatnya dijorong Bukit Malintang, Nagari Tiku Utara, Kabupaten Agam,Provinsi Sumatra Barat, cukup memprihatinkan. Pasalnya, arus debit air aliran sungai batang tiku semakin besar dan terus menggerus tepian sungai sehingga mengancam lahan pertanian permukiman warga, ditambah lagi persoalannya tiang listrik yang sudah roboh dihantam derasnya aliran sungai batang tiku.

Khususnya di kawasan strategis seperti Jorong  Bukit Malintang, Nagari Tiku Utara Kondisi ini diperparah oleh banjir akibat tingginya curah hujan dan sedimentasi.

Pemerintah Daerah Kabupaten Agam telah menerima keluhan warga dan berkomitmen untuk melakukan normalisasi sungai serta perbaikan infrastruktur di sekitar aliran Batang Tiku.

Sementara itu, Beberapa tokoh masyarakat perangkat nagari Tiku Utara dan ketua karang taruna Tiku Utara sudah beberapa kali menyampaikan dan menyurati pemerintah daerah dan dinas pekerjaan umum (PU) kabupaten Agam persoalan abrasi di aliran sungai batang Tiku ini, sampai berita ini ditetbitkan belum ada penanganan khusus dari pemerintah daerah terhadap abrasi dialiran sungai batang Tiku ini terkhususnya didaerah jorong Bukit Malintang.

Ketika ditemui salah seorang tokoh masyarakat dan juga ketua karang taruna Reza senin (20/7/26) di nagari Tiku Utara beliauMenyampaikan rintihan masyarakat nagari tiku Utara dan nagari DKDS ( Durian kapeh darussalam).

Terkhusus  jorong bukit malintang, Masalah abrasi sungai batang tiku. Sekarang keadaanya, lahan masyarakat dari nagari tiku Utara dan DKDS suadah hampir  150 hektar sudah habis tidak bisa di manfaatkan, Irigasi sudah pada hancur dan banyak yg tidak berfungsi petani tidak bisa lagi panen produktif, imbuhnya.

Lebih lanjut disampaikannya, Ancaman sekarang khusus jorong bukit malintang aliran sungai dari  bibir jalan jarak cuma satu meter, diperparah lagi Tonggak listrik sudah roboh di bawa arus sungai, Sekarang lampu sudah mati

Ancaman rumah masyarakat akan  roboh akibat abrasi sungai dan jalan utama akan putus, tambahnya lagi.

Permasalahan ini sudah berulang ulang kita sampaikan kepada instansi terkait Mulai dari gubernur, bupati dan instansi terkait, akan tetapi sampai saat sekarang ini belum ada realisasi, tutupnya. (HARI)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *