Bmcnews.id,Bungo-Puluhan pekerja outsourcing yang bertugas sebagai petugas kebersihan di RSUD H Hanafie Bungo melakukan aksi mogok kerja pada Senin pagi. Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk penyampaian aspirasi terkait kondisi upah dan status kerja yang mereka nilai belum memadai. Senin, (6/4/26)
Sejumlah pekerja menyampaikan bahwa selama ini mereka menerima upah sekitar Rp1.300.000 per bulan. Dari jumlah tersebut, menurut keterangan pekerja, masih terdapat sejumlah potongan yang dibebankan, sehingga penghasilan yang diterima dinilai belum mencukupi kebutuhan.
Kami minta gaji kami dinaikkan, atau jadikan kami tenaga honor RSUD jadi tidak lagi melalui penyedia jasa, kami kerja lembur tidak pernah dibayar, kalau kami telat gaji kami dipotong. ” ujar nya
Selain persoalan upah, para pekerja juga mengungkapkan belum adanya pembaruan kontrak kerja. Mereka menyebut masih menggunakan kontrak lama yang telah berjalan sekitar dua tahun. Kondisi ini, menurut mereka, menimbulkan ketidakpastian terkait status dan keberlanjutan pekerjaan.
Kontrak kerja kami juga terakhir kami terima tahun 2023 kami tanda tangani hingga kini belum ada pembaharuan kontrak kerja, bagaimana status kami ini. Tambah nya
Dalam upaya mencari solusi, para pekerja mendatangi Kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Bungo untuk menyampaikan pengaduan secara resmi. Mereka berharap adanya perhatian serta solusi, termasuk kejelasan status kerja ke depan.
Menanggapi hal tersebut, pihak Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Bungo menyatakan akan menindaklanjuti laporan dengan memanggil pihak perusahaan penyedia jasa tenaga kerja untuk dilakukan klarifikasi. Langkah ini diharapkan dapat menghasilkan solusi yang mengakomodasi kepentingan semua pihak serta memastikan hak-hak tenaga kerja terpenuhi sesuai ketentuan yang berlaku.
” Tadi saya sudah mendengar sendiri apa yang menjadi persoalan para pekerja, dan kami akan memanggil pihak perusahaan penyedia jasa tenaga kerja untuk meminta klarifikasi agar mendapatkan solusi yang terbaik serta dapat mengakomodasi kedua belah pihak. Ucap Yos Army selaku Plt Kepala Dinas Nakerstrans Kabupaten Bungo
Usai dari kantor dinas, para pekerja juga mendatangi Kantor DPRD Kabupaten Bungo. Kedatangan mereka diterima oleh anggota Komisi I DPRD, Edi Kusnadi dan Rindang Siahaan.
Dalam pertemuan tersebut, anggota DPRD menyampaikan komitmen untuk menampung dan menindaklanjuti aspirasi para pekerja. Mereka juga berjanji akan mendorong penyelesaian persoalan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Tadi saya sudah mendengar sendiri apa yang menjadi persoalan para pekerja, dan kami akan memanggil pihak perusahaan penyedia jasa tenaga kerja untuk meminta klarifikasi agar mendapatkan solusi yang terbaik serta dapat mengakomodasi kedua belah pihak. Ucap Yos Army selaku Plt Kepala Dinas Nakerstrans Kabupaten Bungo
Usai dari kantor dinas, para pekerja juga mendatangi Kantor DPRD Kabupaten Bungo. Kedatangan mereka diterima oleh anggota Komisi I DPRD, Edi Kusnadi dan Rindang Siahaan.
Anggota Komisi 1 DPRD Bungo Rindang Sarmelin Siahaan, saat menjumpai para tenaga Outsourcing tersebut memastikan, bahwa DPRD Bungo akan mengawal permasalahan ini dan akan memanggil
dan menyampaikan komitmen untuk menampung dan menindaklanjuti aspirasi para pekerja. Mereka juga berjanji akan mendorong penyelesaian persoalan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Selain itu DPRD mengajak para pekerja untuk kembali bekerja, mengingat para pasien sangat memerlukan tenaga kebersihan.
Hingga berita ini diturunkan, pihak manajemen RSUD H Hanafie Bungo maupun perusahaan penyedia jasa tenaga kerja belum memberikan keterangan resmi terkait tuntutan para pekerja.(Bnews)












