BMC Newss, Agam-Persoalan MBG sport centre belum usai, menuai kontroversi dikalangan warga sekolah SMAN 2 Lubuk Basung sejak terjadi ditemukannya sarung tangan dalam omprengan MBG per tanggal (16/4/26) april lalu, tepatnya pada hari ini jum’at (22/5/26) SMAN 2 Lubuk Basung Belum menerima MBG.
Sementara jelas, program MBG adalah program pemerintah pusat yang harus disalurkan ke sekolah-sekolah, sampai saat ini SMAN 2 Lubuk Basung belum juga mendapatkan MBG dari pihak ketiga pasca terjadinya sarung tangan yang ditemukan dalam omprengan tersebut.
Disisi lain, beberapa tim insan pers mencoba menelusuri dimana kendala dan hambatan yang menyebabkan tidak dapatnya MBG SMAN 2 Lubuk Basung sejak persoalan tersebut sampai saat ini belum juga menuai titik terang.
Dapur MBG sport centre sampai saat ini terus beroperasi , sementara MBG untuk SMAN 2 Lubuk Basung tak kunjung datang, sebanyak 1.218 siswa menunggu kedatangan MBG di SMAN 2 Lubuk Basung.
Dengan terhentinya MBG hampir lebih kurang satu bulan lamanya di tengah warga SMAN 2 Lubuk Basung siapa yang seharusnya bertanggung jawab??. Sementara wali murid yang membutuhkan program pemerintah pusat seperti MBG selalu bertanya ke pihak sekolah.
Ketika di temui kepala sekolah SMAN 2 Lubuk Basung Zulkifli, S.Pd, M.Pd, jum’at (22/5/26) diruang kerjanya beliau membenarkan persoalan dilema MBG yang tak kunjung datang ditengah warga sekolah SMAN 2 Lubuk Basung ini, hampir satu bulan lebih MBG tak kunjung datang, imbuhnya.
Salah seorang wali murid yang tak mau disebutkan namanya, beliau menyampaikan, kami berharap agar MBG di SMAN 2 Lubuk Basung bisa hadir kembali, pasca kejadian tersebut, dengan adanya MBG kami sebagai orang tua merasa terbantu, sehingga bisa menghemat uang belanjo anak sekolah, ucapnya.
Ketika dikonfirmasi Yunaldi sebagai pemilik MBG Sport Centre melalui via whatshap beliau menyampaikan, silahkan tanya ke kepala sekolah kenapa MBG disekolah tu tidak dikirim, ucapnya melalui pesan whatshap.
Disisi lain, ketika ditemui ketua pimpinan cabang Agam POSBAKUMADIN Adv.Fendi Sihaloho, S.H didampingi adv. Tarniyus, S.H diruang kerjanya beliau menyampaikan, kami dari Bakumadin Agam terkait dengan adanya temuan pada saat pembagian MBG disekolah SMAN 2 Lubuk Basung, program MBG ini bagus sebenarnya dari sisi untuk pemenuhan gizi masyarakat terutama sekolah-sekolah, MBG ini kan masih baru program pemerintah yang tertuang diperaturan presiden nomor 83 tahun 2024 tentang badan gizi nasional, sebenarnya temuan-temuan ini sudah lama adanya, menyikapi ini semua kebersihan yang kurang. Terkait makanan yang disalurkan bagaimana pembuatan makanan dan pengolahan makanan tersebut yang tidak higenis. Kemudian adanya temuan-temuan seperti benda seperti sarung tangan dan kalau dibawa ke leb untuk hiegenis makanan yang masih kurang untuk kesekolah. Ditambah lagi yang pernah saya lihat MBG ini ada cuma roti dan susu kemasan bukan susu yang dibuat oleh MBG tersebut, yang benar hiegenis dibuat dengan sendirinya, ucapnya.
Kembali kepada sarung tangan yang ditemukan ini sebenarnya ketelodaran dari dapur MBG kenapa, inikan sarung tangan bisa dirasakan ditaruh dimana, apakah memang sarung tangannya lepas atau sarung tangannya melompat atau tersenggol masuk ke tempat makanan, harusnya diperiksa dan kemudian sebelum pembagian kesekolah-sekolah dicek kembali makanan itu, imbuhnya.
Lebih lanjut disampaikannya, kalau dari saya sebagai advokad sebenarnya harus ada pelatihan-pelatihan terhadap seluruh pegawai MBG, dengan kejadian ini mohon dari pemerintah pusat maupun pemerintah daerah untuk merespon ini, terhadap pengaduan-pengaduan kecil ini, karna apabila dimakan bisa nyawa jadi taruhannya itu dari pandangan saya, ucapnya.
Terkait penghentian penyaluran MBG di SMAN 2 Lubuk Basung beliau menyampaikan, tentu ada alasan sendiri yang harus diberitahu kepada sekolah oleh pihak MBG, mungkin karna adanya temuan sarung tangan tadi kemudian dihentikanlah sepihak, sementara dapur masih tetap jalan, tetapi yang namanya penyaluran makanan tadi yang terhenti, seharusnya dapurnya yang dihentikan bukan si penerima. Seharusnya dikaji kembali kenapa dihentikan berikan alasan kepada sekolah, harapan saya untuk MBG SMAN 2 Lubuk Basung disalurkan kembali kalau ada temuan -temuan terhadap makanan diperbaiki, ditukar dapurnya dan diperiksa orang-orang yang kerja didapurnya. “Kalau memang penerimanya yang salah dihentikan kalau memang Dapur MBG yang salah, dapur MBG nya yang ditukar dan penyalurannya tetap dilakukan, tutupnya. (HARI)









