Indikasi Dugaan Pencurian Di Sekolah SDN 34 Pasa Durian, Warga Sekolah Dan Masyarakat Minta Segera Diusut Tuntas

BMC Newss, Agam- Indikasi pencurian terhadap alat-alat printer, CPU, speker aktif, uang infak sekolah SDN 34 Pasa Durian, Nagari Kampung Pinang, kabupaten Agam, provinsi Sumatera Barat menuai kontroversi dikalangan masyarakat.

Pasalnya, indikasi pencurian yang terjadi disalah satu sekolah milik pemerintah kabupaten Agam, ini telah dicoreng oleh terduga pelaku pencurian tersebut. mengingat para terduga pelaku pencuri setelah melakukan aksinya, sempat makan dan minum, serta membuang air kecil di ruang majelis guru dan ruang kepala sekolah.

m82wzkx,q,11w

Adapun indikasi dugaan pencurian alat-alat printer sekolah, CPU, Speker aktif, uang infak sekolah ini sudah dilaporkan ke pihak berwajib, dan sedang didalami proses penyelidikannya oleh jajaran polsek Lubuk Basung.

Jorong Pasa Durian, Peri Andria, ketika ditemui beliau menyampaikan ikut prihatin atas kejadian yang dialami oleh seluruh tenaga pendidik yang ada di SDN 34 Pasa Durian ini, ini bukan hanya persoalan pencurian saja, akan tetapi sudah mecoreng citra dunia pendidikan, pasalnya pelaku pencurian bukan hanya mengambil alat-alat printer, CPU, Spekeker aktif, Uang infak sekokah saja, malahan melakukan tindakan yang tidak wajar dengan buang air kecil di meja guru yang ada disekolah tersebut, saya sebagai jorong berharap agar persoalan ini bisa segera terungkap oleh aparat penegak hukum, ini bukan sekedar mencuri akan tetapi mencoreng dunia pendidikan dengan buang air kecil diruang majelis guru dan ruang kepala sekolah, imbuhnya.

Disisi lain, kepala sekolah SDN 34 Pasa Durian Misna Ilyas, S.Pd ketika di temui oleh awak media ke sekolah tersebut dengan nada gemetar emosi bercampur amarah menyampaikan keluhannya kepada awak media, saya sebagai kepala sekolah merasa tertekan perasaan saya atas peristiwa pencurian yang terjadi di sekolah kami ini, selain alat-alat printer, CPU, Speker aktif, dan uang infak sekolah yang hilang, para pencuri tersebut melakukan tindakan  buang air kecil diruang guru dan ruangan saya sebagai kepala sekolah, kami sebagai tenaga pendidik, dan saya berharap agar pihak berwajib segera menanggapi laporan kami dan melakukan proses penyidikan terhadap persolan dugaan pencurian yang terjadi di sekolah kami ini, ini bukan hanya persolan pencurian saja, akan tetapi persoalan buang air kecil diruang kerja kami, Ini adalah salah satu tindakan mencoreng nama baik kami sebagai tenaga pendidik, ucapnya.

Sementara ketika dikomunikasikan melalui via telpon kapolsek Lubuk Basung melalui wakapolsek, Riqul Sikumbang, beliau menyampaikan, memang benar adanya laporan dari pihak sekolah SDN 34 Pasa Durian, yang sudah datang ke polsek membuat laporan dugaan tindakan pencurian yang terjadi disekolah tersebut, beberapa dari pihak kami sudah datang ke TKP untuk proses olah TKP dan proses penyidikan, ditambah lagi di area sekolah tidak memiliki CCTV, tentu ini dibutuhkan kehati-hatian dan kerja yang ekstra bagi tim kami untuk melakukan proses penyidikan ini, tutupnya. (Hari)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *